Menjadi Geek Dengan Kuliah Sabtu Minggu ??

PENDIDIKAN…. Kendati banyak pemahaman serta definisi yang diciptakan dari ahli pendidikan, pemerintah sampai perserikatan bangsa-bangsa melalui UNESCO-nya. Namun disini saya  ingin mengungkapkan makna pendidikan menurut saya… boleh to…hehehe… siapa juga ngelarang, bahwa menurut saya pendidikan itu intinya  adalah untuk mengangkat harkat dan martabat manusia ke arah yang lebih baik, lebih bermutu dan  berkualitas.  Dari tidak tau menjadi tau, dari tidak bisa menjadi bisa, baik itu mampu dari ilmu pengetahuan (knowledge), Keterampilan (skill) ataupun Sikap (attitude).  Ketiga aspek diatas tentunya akan melingkupi prasarat manusia dianggap kompeten di disiplin ilmu atau bidang yang di geluti. Bahkan ahli sekarang menganggap manusia itu baik, hebat dan dapat sukses bila manusia itu memiliki tiga sekaligus kecerdasan, yaitu kecerdasan berdasarkan Intelegensia (IQ) kecerdasar emosi (EQ) dan kecerdasar spiritual (SQ).

Tapi oke kita tinggalkan dulu tuh definisi tentang tujuan pendidikan dan beralih ke topik yang ingin kita bicarakan disini, yaitu bagaimana bisa seorang yang belajar di sisa hari seperti hari Sabtu dan Minggu dapat menjadi seorang yang kompeten di disiplin ilmu yang mereka tuntut atau bahkan bisa menjadi seorang ‘Geek’ di bidangnya. Sebuah pertanyaan yang cukup banyak jawabanya menurut saya dan itu terkadang begitu tarik menarik dan penuh alasan yang semuanya bisa dikatakan benar.

Pertama pernyataan dari orang kampus (pengelola pendidikan tinggi itu lah) menganggap kuliah sabtu minggu itu sah adanya, benar adanya dan bisa menjadikan mahasiswanya menjadi orang yang kompeten dengan syarat-syarat mereka telah mensiapkan semua fasilitas pendidikan yang sesuai standar pendidikan yang diperyaratkan KOPERTIS, menyiapkan dosen yang profesional, kurikulum yang up to date serta manajemen yang disiplin administrasi.. itu semua menjadi alasan kuliah sabtu minggu dapat menciptakan mahasiswa yang kompeten.

Kedua dari Segi pengajar, Dosen selalu mudah mengatakan bahwa “Ikuti apa yang saya ajarkan” dan kalian akan jadi lebih pintar, karena saya tidak mungkin mengikuti macam model  cara kalian belajar, untuk itu  kalianlah yang harus mengikuti semua apa yang saya ajarkan”….. dan menurut pengalaman dosen tersebut… waktu dulu dia belajar dengan cara begitu…. si dosen bisa pintar dan hebat seperti sekarang… lantas bagaimana dengan mahasiswa..apa mahasiswa bisa se- ‘Geek’ dosennya??

Ketiga dari Mahasiswanya sendiri, Mahasiswa itu harus belajar, mengikuti semua peraturan yang diberlakukan  kampus, memperhatikan dengan baik apa yang dosen ajarkan, belajar di rumah dengan rajin, karena itu merupakan syarat untuk menjadi mahasiswa yang nanti lulus dengan nilai terbaik

Kenyataannya ???

Ada sebagian penyelenggara pendidikan tinggi baik itu PTN ataupun PTS yang ada di Indonesia ini yang memanfaatkan kuliah sabtu minggu ini hanya sebagai tempat mencari penghasilan tambahan bagi para dosen dan pengelola, disela-sela pendidikan reguler yang mereka selenggarakan, karena melihat tingginya animo masyarakat untuk mengejar gelar S1 mereka, fatalnya lembaga penyelenggara tidak memperdulikan mutu serta kualitas pendidikan yang mereka selenggarakan. Sehingga ini juga yang menjadi alasan beberapa KOPERTIS yang ada di Indonesai mengeluarkan aturan pelarangan jenis Kuliah Jarak Jauh serta Sabtu Minggu ini bagi para PNS (info disini). Kalau sudah demikian pastinya tidak mungkinlah kampus tersebut menghasilkan mahasiswa yang kompeten… bagaimana bila tidak… atau dengan kata lain kenyataanya ada lembaga pendidikan tinggi yang menyelenggarakan perkuliahanya dengan sesuai standar?? Jawabanya kita lihat realitas dosen dan mahasiswanya… ..(kurikulum kita kesampingkan dulu)

Pada kenyataanya dosen dan mahasiswa yang kuliah di hari sabtu minggu itu adalah dosen dan mahasiswa yang memiliki pekerjaan dan kesibukan di hari senin sampai jum’at-nya atau saya boleh bilang- yang kuliah sabtu minggu ini adalah orang-orang yang sedikit bersusah payah atau bahkan di anggap ngotot menginginkan apa yang mereka inginkan dari pendidikan mereka (karena saya pikir motivasi mereka sangat beragam… jadi saya bilang keinginan dalam arti umum).. karena secara tidak langsung mereka menjadi orang yang menghilangkan hari libur mereka, waktu refresh mereka untuk kuliah… bayangin aja.. 7×24 jam harus tetep menjadi formal..dan serius menghadapi hidup… dari waktu berkerja di hari senin s/d jum’at.. dan terus lanjutin kuliah di hari sabtu dan minggu…. bisa dibayangkan …. pada kenyataanya kuliah sabtu minggu memang butuh banyak tenaga atau pikiran yang dikeluarkan dibanding kuliah reguler pada umumnya, belum lagi bicara padatnya jadwal kuliah yang terbilang lebih dipadatkan dibanding kuliah pada umumnya, yang biasa sehari menghadapi 2 atau 4 mata kuliah.. dalam kuliah sabtu minggu kadang mahasiswa  harus menghadapi 8 atau bahkan 10 mata kuliah selama 2 hari berturut-turut… demikian juga dengan dosen yang mengajar… dari sabtu minggu mungkin dosen juga kurang lebih saja letihnya, bayangin aja kalau kelas sabtu minggunya bisa sampai 4 kelas.. otomatis setiap jam-nya si dosen harus mengajar di 4 kelas yang berbeda selama 2 hari itu…. pastinya dari segi lelah sama saja dengan si mahasiswa.. yang jadi pertanyaan berapa kuat kosentrasi belajar mahasiswa dan kesungguhan si dosesn mengajar itu menjadi kembali ke motivasi masing-masing… tapi saya pikir patutlah kita beri beberapa catatan terkait menjadi pintar di kuliah sabtu minggu ini…

Bahwa menjadi pintar itu tetaplah menjadi salah satu alasan orang kuliah di sabtu minggu, karena ada juga orang yang kuliah di sabtu minggu hanya sekedar ingin mengejar status S1 tentunya dengan merelakan hasil nilai kuliah minimum ..alias asal lulus dan tidak mengulang. Namun bila kita mengharapkan Geek dari kuliah sabtu minggu tentunya ada beberapa tips untuk itu :

Pertama saya pikir mahasiswa harus menyakini bahwa dengan mereka kuliah di hari sabtu dan minggu itu sebenarnya menunjukkan mahasiswa itu sudah menjadi seorang Geek…. mengapa demikian.. karena seperti saya katakan di awal..dengan kuliah sabtu minggu kita sudah menjadi orang yang lebih ngotot dibanding mahasiswa reguler sekalipun.. jadi kalau ada mahasiswa reguler  mengeluh dengan tugas kuliahnya, seharunya jangan mengeluh dengan mahasiswa yang kuliah sabtu minggu.. karena pastinya cara belajar yg kuliah sabtu minggu lebih edan.. mahasiswa yang kuliah sabtu minggu akan belajar disela-sela pekerjaanya, belajar di sisa malam ketika yang lain beristirahat… dan kemudian menyajikanya di sabtu minggu… walaupun pada kenyataan otak mereka harus lelah dan terbakar..hehehe..untuk itu seorang yang kuliah sabtu minggu itu bener-bener sudah Geek sebagai seorang mahasiswa.

Tapi apakah secara intelektual mereka juga Geek?? Pertanyaanya itu akan sulit terjawab karena itu akan kembali ke mahasiswa itu sendiri, sebab akan sulit ketika motivasi kuliahnya pun tidak selalu ingin menjadi lebih pintar. Namun saya tetap memiliki keyakinan bahwa mahasiswa yang kuliah sabtu minggu itu tetap bisa menjadi Geek secara Intelektual bila dia memiliki motivasi yang besar untuk belajar dan tergila-gila pada ilmu yang dia pelajari… tau aja kan.. orang gila itu nggak ada ukurannya… hehehe..

Lantas bagaimana dengan metode belajarnya bila ditemui mahasiswa yang bener-bener mau belajar dan pintar… paling tidak si dosen harus menguasai teknik pembelajaran Andragogi atau metode pembelajaran orang dewasa.. mengapa demikian karena saya bisa kategorikan orang yang mau kuliah sabtu minggu itu orang yang dewasa.. yang tentunya akan jauh berbeda cara belajarnya dengan anak sekolahan.. cara belajar orang dewasa yang lebih mandiri dan tidak tergantung, kendati itu dosen, biasanya mahasiswa akan melakukan perbandingan perlu dan tidak perlu dia belajar mata kuliah tertentu, karena mereka sudah mememiliki fokus dalam hidupnya, sehingga terkadang jenis mata kuliah yang tidak sesuai dengan realitas kehidupanya akan selalu lebih tidak diperdulikan dibanding mata kuliah yang menjadi fokus dalam realitas keseharianya. Jadi si dosen harus paham, kadang kenapa mata kuliah mereka tidak disukai.. salah satu penyebabnya karena si mahasiswa merasa nggak butuh mata kuliah itu dalam realitas hidup mereka, bagaimana bila si dosen memaksa.. heheheh.. kan mereka sudah dewasa.. paling juga dicuekin..karena sejatinya mahaiswa yang kuliah sabtu minggu itu sejak awal sudah memutuskan goal apa yang ingin mereka capai.. diluar goal itu akan sulit si dosen menyesuaikanya.. jadi tinggal cerdik-cerdik si dosen bagaimana agar mata kuliah mereka jauh lebih asik, jauh lebih atraktif, sehingga mahasiswa yang sebelumnya cuek bisa lebih tertarik… tanpa harus memaksakan terlalu jauh bahwa si mahasiswa harus menguasainya bila memang si mahasiswa merasa itu bukan need mereka.. pendidikan andragogi selalu salah satu intinya adalah memperkecil jurang pemisah antara teori yang njelimet dengan kehidupan real peserta didik, sebab orang dewasa selalu ingin apa yang mereka pelajari harus sangat aplikatif  di dunia mereka… jadi jangan terlalu mencekoki dengan teori yang membosankan…. tapi harus membuat teori yang membosankan itu bisa digambarkan kedunia nyata mereka, sehingga apa yang mereka pelajari bisa langsung mereka ingin praktekkan.. itulah orang dewasa.

Akhir cerita saya pikir… kuliah sabtu minggu itu tetaplah mengasikkan dan penuh dengan semangat, karena kita dapat merasakan atmosfir antusiasme pesertanya untuk bisa..entah itu bisa menjadi kompeten atau bisa menjadi Sarjana (sekedar titel) yang jelas…kuliah sabtu minggu itu adalah kumpulan para Geek-geek yang haus akan pendidikan… Obsesi yang harus tercapai ditengah sempitnya waktu yang harus terus dilalui

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s