Arogansi Hanya Berbuah Kehancuran

Arogansi dapat diartikan sebagai kesombongan, keangkuhan dan kecongkakan, dan taukah sahabat mengapa kita seringkali melihat sikap ini dilayar kaca dengan bermacam alasanya, apakah memang orang Indonesia ini memang memiliki penyakit ini hingga pada taraf kronis. Wah kalau begitu bisa semakin kacau negeri ini kalau manusianya semuanya tidak pada mau kalah.Saat ini pemberitaan ramai membahas tentang perseteruan antara PSSI versus LPI dimana PSSI menganggap LPI adalah liga illegal yang berada diluar aturan persepakbolaan Indonesia, sementara itu Pengurus LPI menganggap bahwa sepakbola adalah olah raga yang bebas kepentingan politik dan harus dilandasi sportifitas, sedangkan itu tak mereka lihat dari liga yang diselenggarakan oleh PSSI yaitu LSI.

Terelepas dari itu semua saya nggak memperpanjang karena saya juga nggak ngerti-ngerti amat kepentingan masing-masing pihak. Namun yang saya sesalkan adalah mengapa masing-masing pihak ini selalu mengedepankan gaya-gaya arogansi dalam menyelesaikan masalah mereka, itulah masalahnya. Padahal kita tau bersama bahwa kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu kemajuan persepakbolaan Indonesia. Untuk itu perlu ada kelapangan hati dan kepala dingin menyelesaikan masalah ini, ada pintu dialog dan negosiasi bila kita mengaku orang yang tidak arogan, tetapi bila awalnya kita sudah arogan duluan, maka yang kita dapatkan hanyalah diskusi dan dialog yang saling mempertahankan keyakinanya masing-masing. Jadi yang awal kita harus memilih adalah sikap saling mendengarkan dulu dan melepaskan perasaan bahwa saya lebih berwenang dan saya lebih berkuasa dalam hal ini. Ujung-ujungnya hanya kebuntuan.

Sejatinya orang arogan adalah orang yang tidak memiliki kepercayaan diri, dan hanya berlindung dibalik kekuasaannya atau kekuasaan orang lain atau apa yang lebih besar disbanding si-arogan ini. Padahal bila dia pada posisi lemah dan tidak berkuasa maka orang seperti ini hanya akan menjadi manusia yang tidak berguna dan sangat lemah, kekuatan yang dimilikinya hanyalah kekuatan diluar dirinya bukan dari dalam dirinya, sehingga type-type orang arogan adalah orang yang selalu berbicara “Dengarkan apa kata saya” buka berkata “apa menurutmu ini baik”

Cirri-ciri lain orang arogan adalah selalu senang bila dipuja-puja dan sangat haus dengan pujian, sehingga ingin selalu dibanggakan, walaupun cara membuat orang lain bangga itu dengan cara-cara yang tidak membanggakan. Sebuah ironik. Sehingga arogansi sebenarnya kerapuhan yang nyata dan saya memiliki keyakinan bahwa sikap arogansi hanya bermuara pada kehancuran. Sebab sejarah selalu mencontohkan betapa arogansi tidak pernah abadi ataupun bertahan hidup di dunia ini. Ada kekuatan Hitler di Perang Dunia I & II, ada kekuatan Orde Baru yang sangat dominan di 32 tahun di Indonesia, dan bahkan ada  PSSI yang berlindung dibawah ketiak FIFA dan Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005. Yang jelas arogansi hanya akan berbuah pada posisi menang kalah, bukan menang menang atau win win solution. Dan bila itu yang kita pilih maka mari kita menjadi bangsa yang selalu bertikai oleh kebodohan kita masing-masing.

Sahabatku semuanya, saya hanya dapat berpesan bahwa kita hanya akan dapat besar dan memiliki mental yang tangguh bila kita mau rendah hati mendengarkan kepentingan orang lain dan merangkul setiap potensi yang ada bukan saling adu arogansi. Siapapun itu manusianya, kearogansian hanya akan merugikan dan bukan menyelamatkan.

3 thoughts on “Arogansi Hanya Berbuah Kehancuran

  1. Pak, katanya ‘dia’ tuh,,, arogansi harus dilawan arogansi,,, wong disuruh turun, malah balik nyuruh turun,,, xixixi,,,, uaneeehhhh,,,, hhaaa… ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s