Mencari Tuhan Ditengah Kekerasan

vivanews.com

Mungkin mbah priok tidak pernah membayangkan bahwa kuburannya kelak akan menjadi ajang kekerasan, atau bahkan membuat orang terbunuh. Padahal beliau sendiri adalah orang yang paling anti dengan kekerasan dan cinta damai, tapi apa mau dikata, ketika semua kita saling mengatakan bahwa ini adalah kebenaran maka tak ada pintu diskusi yang di suguhkan. Akhirnya 3 nyawa melayang untuk sebuah kebenaran yang diyakini.

Menurut saya itu hal yang wajar dari sebuah keyakinan, bahkan orang terkadang rela mati hanya karena agamanya dikatakan salah dan keyakinan mereka di injak-injak. Namun yang saya sesalkan adalah, mengapa kita selalu mengatasnamakan agama sebagai penyebab semua kekerasan yang terjadi. Padahal masih banyak cara yang lebih beradab dan manusiawi untuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi. Inilah menunjukkan bahwa kita masih sangat terlalu dangkal memahami kebenaran. Dimana kekrasan dianggap sebagai cara terbaik untuk melawan keangkuhan pemerintah dan pemerintah tak mampu memahami perasaan rakyatnya dan suka sekali membuat tersinggung hati rakyat.

Dahulu kala ketika Muhammad Rasulullah mengajarkan Islam sebagai agama kebenaran, beliau tak akan membalas kekerasan dan kekejian dengan kekerasan pula, sebab beliau sadar bahwa, tak akan ada bedanya antara yang berbuat keji dengan yang membalasnya dengan kekejian pula. Sedangkan Jihad dan perang pada jaman Rasulullah adalah cara terakhir yang dilakukan untuk menjaga eksistensi dan keberadaan agama ini dari tangan musuh Tuhan, bukan membalas serangan musuh secara membabi buta tanpa alasan.

Tetapi pemerintah pula, seperti saya katakan tadi tak cukup cerdas merasakan keinginan rakyatnya dan tidak mencoba mencari garis tengah dari konflik yang ada, seperti suka menyulut api pertempuran yang sudah membara, dengan berbekal fatwa “Gusur” dari pengadilan. Management konflik yang sangat payah.  Seharusnya pemerintah harus bisa lebih bisa memetakan permasalahan koja dengan lebih matang sebelum jatuhnya korban. Dan memang kita jarang sekali belajar dari pengalaman sejarah bangsa ini yang sudah terlalu banyak diwarnai kekerasan. Yang itu semua hanya meninggalkan kesedihan dan kehancuran disemua sisi.  Kebencian hanya akan menyisakan kebencian dan kekerasan hanya akan meninggalkan kehancuran.

Tetaplah kita sebagai manusia yang beragama mengedepankan kasih dan sayang dalam menyelesaikan masalah bukan dengan kekerasan, sebab ajaran inti dari semua agama adalah menebar kasih sayang buka menebar kebecian dan kehancuran. Dan Tuhan tak pernah akan hadir ditengah kekerasan yang terluapkan karena emosi manusia kita, bukan dari rasa kasih sayang kita terhadap sesama manusia.

One thought on “Mencari Tuhan Ditengah Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s