Komunikasi Empati Kunci Melanggengkan Cinta

Pada suatu hari seorang pasien sakit mata mendatangi seorang dokter mata, setelah bertemu dokter ia menceritakan keluhan penyakitnya, yang mana dia mengaku matanya sudah tidak dapat lagi melihat benda dari jarak dekat, dan setelah mendengar keluhan pasien tersebut dokter lalu melepas kacamatanya dan memerintahkan si pasien memakai kacamata tersebut.

“Pakailah kaca mata ini, kaca mata ini telah puluhan tahun membantu pengelihatan saya” ujar dokter itu kepada pasiennya.

Pasien pun mengenakan kaca mata yang di berikan oleh dokter tersebut, namun sang pasien terkejut karena pengelihatanya semakin buruk karena menggunakan kacamata dokter tersebut.

“Mengerikan sekali..!” pasien berseru “Saya semakin tidak bisa melihat apa-apa” ujar pasien.

“Apa yang salah” ujar sang dokter “Kacamata ini sangat membantu saya. Cobalah lebih focus”

“Saya sudah mencoba,” pasien ngotot. “Semuanya tambah kabur”

“Ada apa dengan anda..? berpikirlah positif .” tegas si dokter

”Baik..saya positif..tetapi saya benar-benar tidak bisa melihat apa-apa dengan kaca mata anda” ujar pasien.

”Astaga, anda benar-benar tidak tahu berterima kasih” dokter memaki..”Semua sudah saya lakukan untuk menolong anda” umpat dokter.

Apa yang sahabat dapatkan dari kisah diatas,..ya..kita terkadang terjebak dengan cara pandang kita saja dalam memandang segala permasalahan yang terjadi dalam hubungan kita, yang belum tentu itu cocok untuk pasangan kita. Padahal ini hanya masalah menanam kepercayaan. Karena apa..kata kuncinya adalah, kita tidak akan percaya dengan orang yang dalam memberikan pendapatnya belum terlebih dahulu mendiagnosis permasalahan yang dihadapi. Seperti dokter tadi..belum mendiagnosis penyakitnya langsung memberikan solusi kacamata yang ukuranya tidak sesuai dengan sang pasien, walaupun dalam konteks tersebut si dokter selama ini sangat terbantu dengan kacamata yang digunakan tersebut.

Itu dia diri kita…ketika kita berbicara (berkomunikasi) dengan pasangan kita, kita lebih mengedepankan pendapat, pemikiran, dan perasaan hati kita semata, tanpa sebelumnya berusaha mendengarkan dengan seksama apa sebenarnya maunya pasangan kita dan mencari tau mengapa dia sampai berpendendapat demikian. Tentunya semua yang pasangan kita katakan ada sebab musabab-nya. Itulah yang berusaha kita amati.

Memang orang bilang kemampuan mendengar itu lebih sulit daripada memberikan kalimat bijak. Karena untuk mendengarkan perlu memiliki kedewasaan emosi yang matang. Hanya orang-orang yang benar-benar menjaga hatinya yang bisa mendengarkan… bahkan sebagian wanita dikatakan paling senang dengan cowok yang pandai mendengarkan perasaan mereka..walaupun coeok itu tidak mengucapkan solusi dari apa yang dicurhatkanya.

Untuk tu sejak saat ini, bila kita ingin melanggengkan hubungan kita..cobalah mengerti pasangan kita terlebih dahulu sebelum minta untuk dipahami. Tentunya dengan pola komunikasi yang empatik, komunikasi yang lebih memahami pasangan daripada hanya sekedar memaksakan kehendak kita. Cobalah Mengerti Terlebih Dahulu – Baru Dimengerti…. Cobalah

One thought on “Komunikasi Empati Kunci Melanggengkan Cinta

  1. Ping-balik: Soeyoeno Weblog » Blog Archive » Selama ini Kita Mencintai Atau Dicintai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s