Menjadi Mental “Megalomaniac”
Manusia memang selalu memiliki hasat untuk menjadi yang terbaik, dan itu wajar dan malah bagus, karena keinginan itulah manusia menjadi lebih berprestasi dan maju. tapi awas sahabat jangan sampai kemajuan dan prestasi itu membuat kamu menjadi seorang Megalomaniac, apa itu Megalomaniac, Megalomaniac adalah sebuah perasaan yang powerfull, sangat berkuasa dan cenderung meremehkan kemampuan orang lain. selain itu orang yang memiliki mental Megalomaniac akan selalu berpendapat bahwa apa yang terjadi atas kehendak dan kemampuan dia semata tidak ada fungsi ataupun campur tangan orang lain.
disini saya ingin mencontohkan pada sebuah sejarah, bagaimana Raja Firaun yang diberikan Allah kekayaan (Harta), Kekuasaan (Wewenang), Kebugaraan (tidak pernah sakit) kemudian menjadi manusia yang merasa bahwa dialah Tuhan itu sendiri dan melakukan kesewenangan kekuasaan sehingga banyak manusia lain menjadi tertindas.
selain itu ada pula Hitler, bagaimana dia menjadi sangat teropsesi menguasai Eropa bahkan Asia karena kedikjayaan pasukan yang dia miliki, sehingga diktator yang satu ini menjadi salah satu pemimpin yg paling Megalomaniac di dunia.
yang jelas sahabat, sikap Megalomaniac sangatlah dilarang oleh Allah SWT. sebab manusia ini adalah mahluk yang sangatlah lemah bila tidak dibantu oleh mahluk lain bahkan Tuhan. jadi apapun prestasi yang kita miliki merupakan pengejawantahan dari bantuan dan sumbangsih orang2 disekelilingnya.
seringkali kita tidak menyadari bahwa kegagalan dan kehancuran justru kita butuhkan dalam hidup ini untuk menyadarkan kita bahwa kita ini adalah tetaplah mahluk bukan Tuhan yg mampu memutuskan dan berkehendak lebih, apalagi sewenang-wenang karena alasan pribadi.
jadi bila kita menjadi manusia berprestasi tetaplah luruskan hati bahwa itu merupakan karunia Tuhan, bantuan orang disekeliling kita dan sebagian kecil usaha kita, sehingga hati kita selalu terjaga ikhlas dalam berbuat dan menjalankan semuanya. sebab bila tidak kita akan selalu menghitung-hitung dan berkalkulasi terhadap apa yg telah kita lakukan terhadap karya kita dan itu akan memunculkan mental Megalomaniac tadi.
Ketulusan dalam berkarya adalah langkah bagi kita untuk tetap nyaman menjalani hidup kita, karena tak semua orang disekeliling kita akan menerima secara baik karya kita, dan hal itu wajar (karena itulah dunia)
Rasulullah saja sebagai seorang yg memiliki kelurusan niat tak luput dari cemooh, hinaan, hujatan, dianggap kegagalan oleh orang lain, apalagi kita sebagai ummatnya, jadi jangan pernah merasa bahwa apayang telah kita lakukan itu merupakan sesuatu yang wahhh yang membuat mata kita sendiri yg silau sedangkan orang lain tetap melihat itu merupakan sebuah Megalomaniac.
Terakhir Sahabat, tetaplah menjadi manusia yang lurus dalam niat, jujur dalam perkataan, jernih dalam pemikiran dan benar dalam perbuatan. agar kita tak pernah merasa hidup ini begtu sempit kita lalui.
Wassalam
