Suyono Blog

Jejak Pemikiran, Motivasi dan Semangat Hidup

Menikmati Hidup atau Menikmati Harta

Nikmati Hidup Seperti Anak Kecil

Nikmati Hidup Seperti Anak Kecil

Mungkin hampir 80 persen manusia di muka bumi ini sependapat dengan saya bahwa dengan memiliki uang atau harta yang berlimpah maka hidup akan lebih menyenangkan dan enak dinikmati, namun ketika menilik lagi lebih jauh tentang konsep kebahagian, maka akan terasa tidak adil Tuhan bila memperlakukan kondisi demikian. Dimana lebih banyak orang tidak menikmati hidup ini dikarenakan indicator yang membuat bahagia (yaitu uang atau harta) tidak mereka miliki.

Jadi saya pun berpikir bahwa sebenarnya yang kita nikmati ini Hidup atau Uang sih…???, namun orang pasti menjawah Hidup….namun kenapa kita saat ini berlomba-lomba “memaksakan” uang itu masuk kekantong kita. Mengapa saya katakana “Memaksakan”, karena lebih banyak kita mengejar uang ini dengan penuh semangat sedangkat etika memcarinya terlepas dari nilai-nilai kehormatan sebagai manusia. Sebab menurut saya uang nilainya lebih rendah dari kemuliaan seorang manusia bukan sebaliknya.

Uang yang seharusnya mendatangi kita bukan sebaliknya, uang yang seharusnya menyembah-nyembah kita bukan sebaliknya, tidak hanya dalam level definisi professional yang mengatakan bila engkau ingin banyak uang maka perbanyaklah ilmu pengetahuan dan memperbesar tempat penampungan rejeki kita, sebab banyak juga fakta terlihat di negeri ini orang yang memiliki nilai kredibilitas tinggi malah justru tak punya uang dan berkelimpahan harta. Namun mungkin bila ditanya apakah kamu tak butuh uang tentunya dia akan menjawab: “saya butuh uang tapi saya tidak diperbudak uang”…selamat….disinilah letak kemuliaan manusia yang mana tak pernah di suruh-suruh oleh uang dalam kehidupanya. Sebab bila kita hanya sehari-hari berpikir bagaimana mengejar hidup yang mewah tanpa pernah memikirkan kebahagiaan hidup itu sendiri, maka kita tergolong orang yang di perbudak oleh uang.

Sekarang mungkin sahabat bertanya: “Bagaimana menikmati hidup ini..???”…jawabanya tentu sangat relative dan bahkan rumit indikatornya. Namun secara prinsip dan subjektifitas saya, menikmati hidup adalah menerima dan mensyukuri apa yang terjadi hari ini…Titik..itu saja, bagaimana dengan besok dan masa depan apa perlu kita pikirkan…???  Menurut saya tidak perlu “Terlalu” dipikirkan, sesuai dengan apa yang pernah saya tulis di blog ini tentang Kemarin dan Hari Esok Bukan Milikmu. Sebab bagi kita yang suka sekali menghayalkan, merancang, memikirkan dengan begitu keras tentang masa depan maka hidupnya terasa semakin berat dan memiliki beban yang harus di pikul, bagaimana dengan keinginan kita tadi yaitu ingin menikmati hidup sedangkan kita sedang terbebani oleh pemikiran masa depan.

“Tapi kan tak memikirkan masa depan, berarti tak bertanggung jawab terhadap kehidupan..??” ujar seorang teman.

“Bukan begitu pemahamanya sahabat” masa depan adalah ranah Tuhan, kuasa Ilahi dan dia merupakan sebab akibat yang sangat rumit yang Cuma Tuhan yang memiliki kuasa untuk melakukanya. Jadi mengapa kita terlalu rumit memikirkanya. Pikirkan saja yang ada di depanmu saat ini, kerjakan saja apa yang ada di tanganmu hari ini dan kerjakan dengan sangat amanah dan professional cukup samapai hari ini saja. Sedangkan rancangan pengerjaan seminggu, sebulan, setahun bahkan seabad cukup kita rancang saja tidak kita imani. Sebab kita sering kali merasa kecewa dengan hidup ini tatkala apa yang kita impikan tak tercapai atau bahkan tak sesuai keinginan, akhirnya hidup terasa semakin tak mampu di nikmati.

Sederhanakan hidup kita ini dengan mampu menerima dan mensyukuri hari ini, serta tak terpengaruh dengan ada dan tiadanya kesempatan untuk memiliki harta dan uang. Sebab kita hidup bukan menikmati uang tapi menikmati hari ini…bukan juga hari esok..karena hari esok bukan miliki kita. Nikmati dengan berjalan bersama keluarga, melihat bunga yang bermekaran, mendengar gemericik hujan dan menyeduh kopi hangat bersama istri tercinta, atau bermain bola dengan si sulung. Semua itu terkadang tak pernah kita lakukan, sebab langkah kita adalah selalu langkan menuju uang..bukan menuju kenikmatan menikmati kehidupan.

Semoga bermanfaat

Single Post Navigation

3 thoughts on “Menikmati Hidup atau Menikmati Harta

  1. Setuju dengan konsep yang dipaparkan bung darung, kita seharusnya sadar bahwa kita terkadang terlalu memaksakan mencari rezeki

  2. Yoyok on said:

    Seharusnya bisa berimbang bung darul, agar lengkap adanya

  3. Junot on said:

    Semeu Perlu Intropeksi diri agar belenc…..dan makasih…..untuk Motivasinya…good lock….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.