Menjalankan Fungsi Kenabian
Secara jenaka saya pernah memperdebatkan keberadaan kita sebagai manusia di muka bumi ini, saya bilang kalau kita ada di muka bumi ini hanya numpang, Makan, Tidur, Kawin dan Buang Gas. Eh temen saya spontas membantah hal tersebut, dia bilang itu menyesatkan dan mengkaburkan fungsi ke-khalifahan kita sebagai wakil Tuhan dimuka bumi ini. Nah loh….daku langsung ter-nyanga saja.
Emang si sohib lagi kerasukan malaikan diapun langsung nyerocos. Bahwasanya manusia ini bukanlah tanpa alas an diciptakan dimuka bumi ini dan juga bukan tidak ada manfaatnya apalagi hanya menjalankan ritual “Kehewanan” yang seperti saya katakana tadi. Memang walaupun sebagian kita banyak yang mengamalkan ritual tersebut. Tapi bukan bermaksud merendahkan fungsi manusia yang jelas adalah membawa peran kenabian di muka bumi ini sesuai dengan perintah Tuhan, “Tak akan Ku ciptakan Jin dan Manusia selain untuk beribadah Kepadaku, itu dia… bahwa dengan beribadah yang di artikan sebagai bentuk pengabdian dan pemaksimalan potensi kemanusiaan kita, maka manusia harusnya melakukan kegiatan dan polah laku sesuai apa yang telah di atur di alam ini, orang pesantren bilang menjalankan hidup sesuai dengan Sunnatullah, atau sesuai dengan aturan Tuhan.
Jadi apabila kita masih menganggap kita diciptakan dimuka bumi ini sia-sia maka itu merupakan penistaan terhadap taqdir yang telah Tuhan berikan pada kita atau bisa dibilang kufur nikmat (tak memaksimalkan potensi kenabian tadi) jadi bukan berarti kita yang tak diberikan secara langsung wahyu dari Tuhan seperti layaknya Muhammad lantas kita ini enggang untuk mengamalkan aturan tersebut. Itulah mengapa banyak manusia yang sebenarnya karena tak mengikuti aturan Tuhan hidupnya jauh akan lebih sulit. Contohnya prilaku korupsi, yang sejatinya adalah laku pencuri , merupakan laku yang menyeleweng dari aturan Tuhan yaitu mengambil sesuatu yang bukan haknya. Dan hal tersebut walaupun terlihat nyaman dan menyenangkan dalam ukuran materi namun secara batin bukanlah kenyamanan, sebab bila ditanya secara jujur perasaan si koruptor tersebut akan merasa dikejar-kejar perasaan takut ketahuan. Sebab saya punya teman yang seperti itu dimana dia menyelewengkan uang atasanya dia merasa sangat tersiksa dengan perasaan takut ketahuan tersebut dan berusaha menutupi kesalahanya tersebut dengan kebohongan-kebohongan, sehingga bertambah-tambahlah nilai-nilai setan didalam diri si teman saya tersebut.
Nah kaitanya dengan pembahsan di atas adalah, jadilah manusia yang benar-benar menghargai fungsi dan peranya sebagai khalifatullah di muka bumi ini, yang mana yang utamanya adalah membawa keselamatan dan kebahagiaan bagi orang disekelilingnya. Dan tak usahlah seperti Supermen yang bisa membantu orang banyak, kita ukursaja di garis terkecil hidup kitam seperti baik kepada keluarga kita –ibu/bapak/adik/mertua dan lain lainya, dan jangan lua semua itu merupakan langkah besar kalau kita mau memulainya sekarang. Bahagiakanlah orang disekelilingmu dan jadilah khalifah bagi keluargamu baru bangsa dan negaramu.
Semoga Bermanfaat


Sepakat kalau dikatakan bahwa manusia merupakan wakil Allah di bumi, soalnya selama ini kita nggak merasa demikian akibatnya banyak alam dirusak oleh manusia itu sendiri
Pada dasarnya semua manusia diciptakan dimuka bumi ini oleh sang pencipta adalah baik,dan benar artinya adalah apabila dia berbuat salah maka hati kecilnyalah yang menghukum dirinya,dengan persaan bersalah dan akan melakukan kebohongan kebohongan untuk menutupi kesalahan itu sendiri. jadikanlah kebenaran itu sebagai dasar untuk semua tindakan yang kita lakukan.
Terimakasih share Ilmunya pak…sangat Inspiratif