Memuja Diri Yang Tak Berharga Diri
Pagi ini kerja terasa tidak terlalu berat, namun yang berat hanyalah tanggung jawabnya, yah begitulah manusia, sering kali membuat masalah sepele di besar-besarkan, dan kebanyakan emang orang Timur memiliki budaya “Blow Up” yang oper jadi terkesan lebay.
Namun sahabat kali ini saya mau sedikit cerita seputar rasa kurang dan harga diri, memang apa kaitanya, eiiiits..entar dulu, saya melihat hal tersebut dari sebuah kenyataan hokum ala mini, bahwasanya semakin seseorang itu ingin dihargai, dipuji, dipuja dan dianggap, maka disitulah titik terendah dari harga dirinya…wah…wah…wah …kok bias. Nah itu dia. Menurut hokum Archimides…..bahwasanya kalau kita mendorong sekuat tenaga satu saluran air kea rah bahwah untuk mengharapkan air di sisi lain terangkat ke atas maka itu adalah teori yang benar. Dan kaitanya dengan harga diri dan pengakuan orang lain adalah, bahwa bila seseorang berusaha menaikan harga dirinya, pamornya dan nilai terhormatnya dengan mendorong dengan sekuat tenaga kecara-cara yang sudah terlalu oper dan berlebihan, maka dia mengalami titik terrendah dari dirinya. Dan itu sebuah kepastian.
Coba saja bila kita disuatu forum atau rapat yang kemudian kita terlalu mendominasi pembicaraan dan pembicaraan itu hanyalah membesar besarkan diri kita di depan teman-teman lainya (ya bahasa kasarnya pamer lah) maka kita sebenarnya telah merendahkan martabat kita sebagai manusia yang berkualitas dan memiliki harga diri yang tinggi.
Orang lain sebenarnya tau dan merasa bahwa kita ini belum layak dihargai dan di hormati, namun karena usaha keras kita memuji dan memuja diri sendiri maka sebagian orang yang mendengar bukan justru takjub, malah justru mual atau bahkan muntah. Sebab komunikais dan hubungan antar manusia yang dilingkupi gelombang Alpha dan Beta memancarkan radar yang sangat peka, dan ini bias dirasakan anak kecil sekalipun. Apalagi dikatakan bahwa kita ngajak orang dewasa berbicara. Pastinya dia akan bilang, nih orang kePeDean amat sih….muji-muji diri sendiri.
Untuk itu sahabatku, janganlah menjadi manusia yang serba merasa kurang di hargai atau bahkan dihormati, karena sejatinya yang menghormati dan menghargai diri kita adalah diri kita sendiri bukan orang lain, sebab orang lain itu hanyalah nilai diluar diri kita yang belum tentu bahkan bukan nilai diri kita sendiri. Untuk itu kita selalu diajarkan bersyukur dengan apa yg kita miliki, sebab dengan bersyukur maka kita akan diberi hati yang penuh dengan berkelimpahan nikmat.
Semoga Bermanfaat.


Bukankah setiap orang butuh harga diri dan di hargai, bagaimana dengan rasa hormat dan penghargaan tanpa harga diri…???
Bener aja bro…tapi kalau harga diri dibayar dengan berlebihan akibatnya lebay…wkakakakak..kayak pejabat kita, maunya dihargai terus..padahal nggak berharga…bisanya korupsi
Orang diam bukan berarti tidak mengerti dan orang mengerti tidak harus diam,jadi hargailah orang yang pantas dihargai,dan janganlah memaki orang tidak patut dihargai, menghargai diri sendiri itu sangat perlu dan penghargaan itu tidak perlu datangnya dari orang lain.Tetaplah bertindak yang bermanfaat maka secara otomatis kita sudah menghargai diri kita sendiri.Tuhan selalu tahu apa yang kita mau tetapi kita tidak pernah tahu apa yang tuhan mau.