Suyono Blog

Jejak Pemikiran, Motivasi dan Semangat Hidup

Hijrah Sebagai Momentum Perubahan Diri

Picture: farrasbiyan.files.wordpress.com

Tak terasa kita kembali bertemu dengan tahun baru dalam penanggalan Islam, 1 Muharam 1432 Hijriah bertepatan dengan tanggal 7 Desember 2010. Banyak  cara dan ritual  yang orang lakukan dalam melihat momen ini, dan sebagian besar ummat Islam mengganggap 1 Muharram merupakan tonggak awal   kejayaan agama pada masa Rasulullah SAW, dan sebagian orang yang lain terutama yang beraliran kejawen 1 Muharram selalu bertepatan dengan 1 Suro, dimana dalam tradisi Jawa tanggal 1 Suro merupakan waktu yang kramat untuk melakukan ritual-ritual ke-kejawenan, seperti mencuci keris atau barang-barang yang dianggap memiliki tuah lainnya.

Terlepas dari itu semua, saya melihat 1 Muharram merupakan sebuah  laboratorium sejarah yang di tayangkan oleh Muhammad Rasulullah dengan segala gambaran perjuangan spiritualnya. Dimana dengan  banyaknya tekanan politik yang beliau terima, maka Muhammad memutuskan untuk berpindah (hijrah) dari kota Mekkah ke kota Madinah. Namun yang patut digaris bawahi dari perjuangan tersebut adalah hikmah dibalik peristiwa tersebut. Bahwa ada sebuah pilihan yang dilakukan oleh hamba Allah untuk memilih jalan yang  benar, walaupun jalan yang dipilih tersebut  merupakan jalan yang sulit dan terkadang hampir mustahil untuk dilakukan. Namun karena sebuah kepercayaan pada Yang Maha Benar, Allah SWT. Seorang Muhammad dapat melakukan perjalanan spiritual tersebut.

Bagaimana dengan kita, apakah kita sudah mengambil sebuh keputusan besar dalam hidup kita untuk melakukan sebuah perubahan positif dalam hidup ini. Tapi sayang terkadang kita menghadapi tahun baru hanya dengan kegiatan-kegiatan seremonial belakan tanpa mengambil pelajaran daripadanya. Padahal Muhammad telah memberikan sebuah contoh hidup, bahwa manusia  adalah mahluk yang lebih cenderung pada jalan yang benar daripada jalan yang salah, karena pada dasarnya proses penciptaan manusialah yang melandasi kebenaran tersebut, namun karena manusia juga merupakan mahluk yang diciptakan lengkap, punya akal pikiran dan hati, maka seringkali kita ini tidak pandai menilai mana yang benar dan mana yang salah, oleh dikarenakan desakan nafsu.

Jadi sahabatku, jadikanlah 1 Muharram sebagai sebuah etape baru dalam langkah hidup kita untuk melakukan koreksi dan evaluasi terhadap langkah kita yang terdahulu, dan memulai sebuah langkah baru yang lebih bijak dan baik. 1 Muharram merupakan momentum kita untuk kembali kejalan yang benar seperti yang dicontohkan Muhammad Rasulullah. Hijrah dari kesesatan hati, pikiran sikap dan perbuatan kita menuju kepada ketenangan, keteguhan dan kejujuran.

Bangsa ini sudah cukup banyak membayar mahal keslaahan-kesalahan yang kita lakukan dan saat inilah kita melakukan sebuah lompatan besar, keputusan monumental terhadap hidup kita, sehingga sisa hidup kita akan tercatat indah didalam tinta emas sejarah bumi ini.

sebagai penutup saya ingin mengilustrasikan sebuah pencarian kebenaran yang digambarkan oleh mahluk Allah yaitu Tumbuhan. Seandainya sahabat menanam dan memelihara satu pot bunga dan ditetakkan di jendela kamar sahabat, maka sahabat akan melihat bahwa sang bunga tersebut akan senantiasa lebih memilih melebarkan dahannya ke luar jendela dibanding kedalam kamar sahabat, mengapa demikian, karena sang bunga tau dan menyadari bahwa dia akan lebih mendapatkan kehidupanya ketika ia keluar dari kamar daripada didalam kamar, sebab diluar kamar ada matahari yang memberinya cahaya untuk berfotosintesis dan ada pula hujan yang memberinya air untuk hidup. sang bunga tau bahwa kebenaran mengikuti hukum Tuhan akan jauh membuat hidupnya langgeng dan bahagia dibanding memutuskan untuk hidup dan menjulur kedalam kamar, sebab perbuatan itu hanya akan membuatnya lambat laun layu dan akhirnya mati.

sahabat, mahluk Tuhan seperti Tumbuhan saja tau mana jalan yang menuju kepada kebenaran, mengapa mahluk tercipta lengkap dan sempurna seperti kita ini tidak ingin hidup dengan bahagia. sungguh kita hanya akan menjadi orang yang sia-sia.

Single Post Navigation

3 thoughts on “Hijrah Sebagai Momentum Perubahan Diri

  1. Hikz,,, saya malah sedih ketika menyadari bahwa sebenarnya dari tahun ke tahun, jatah hidup berkurang, tapi terkadang ada saja perilaku dan niat hati yang membuat diri ini malah menjauh dari-NYA,,, semoga di tahun ini setiap langkah adalah hanya untuk mendapatkan ridho dan mendekat kepada-NYA… Amiin…

  2. Berbuatlah lebih baik hari esok daripada hari ini, barengi bersyukur dengan bekerja,Jangan pernah lupa kita ada karena ada Sang Pencipta.Dan kelak kita akan kembali kepadNya persiapkan bekal yang cukup untuk menghadapNya dengan rasa syukur yang selalu kita panjatkan kepadaNYA.

  3. Gerizal on said:

    FILSAFAT HIJRAH

    Orang berilmu dan beradap tidak akan diam di kampung halaman
    tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
    merantaulah, kau akan dapatkan penganti dari kerabat dan kawan
    berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

    Aku melihat air menjadi rosak kerana diam bertahan
    jika mengalir menjadi jernih,
    jika tidak, akan keruh menggenang

    Singa jika tidak tinggalkan sarang,
    tidak akan dapat mangsa

    Anak panah jika tidak tinggalkan busur,
    tidak akan kena sasaran

    Jika matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
    tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

    Bijih emas bagaikan tanah biasa,
    sebelum digali dari tambang

    Kayu gaharu tidak ubahnya seperti kayu biasa
    jika tetap di dalam hutan

    Imam Syafii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.