Suyono Blog

Jejak Pemikiran, Motivasi dan Semangat Hidup

Kaya Dan Miskin Hanya Sekedar Rasa

Seperti biasa sore hari sepulang kerja saya selalu menunggu Angkot di halte depan kantor, sebenarnya saya punya mobil namun mengapa saya selalu senang untuk naik angkot, seperti ada atmosfir yang tak pernah saya temukan ketika bergumul dengan aktivitas orang kebanyakan di halte ini, mungkin dari bermacam jenis profesi dan latar belakang pendidikan, yang jelas saya lebih seringkali mendapatkan banyak pelajaran hidup bersama suasana ini. Seperti sore ini…

Seorang pemulung tiba-tiba melintas didepan saya sambil menggendong karung yang penuh dengan barang bekas yang dikumpulkannya seharian, saya yakin dari cara membawanya karung itu cukup berat, namun yang saya heran mengapa pemulung tersebut terlihat enjoy saja dengan beban tersebut. Setelah mengorek-ngorek tong sampah di samping halte saya lihat si pemulung kemudian duduk di samping tong dan mengeluarkan sebatang rokok, dia hisap rokok itu begitu nikmat sehingga saya bisa membayangkan kenikmatan rokok itu…luar biasa..sebuah pelepasan yang sempurna. Beberapa saat dua orang pemulung lain datang dan berkumpul dengan pemulung tadi, dari bicaranya mereka nampaknya sedang menceritakan sesuatu yang lucu, sehingga terdengar tawa terbahak-bahak mereka. Sambil bercerita mereka berbagi rokok untuk di hisab, jorok memang tapi ada kehangatan disitu. Luar Biasa…sebuah kehangatan hati dari keluguan kehidupan.

Saya merasa iri dengan mereka. Dengan keterbatasan mereka soal materi, tawa mereka jauh lebih lepas dibanding saya yang tak kurang satu apapun, pekerjaan mereka remeh dan menjijikkan kata sebagian orang, sementara saya diruang berAC dan dikursi empuk. Tapi ada yang beda yang saya rasakan dengan kondisi ini. Bahwa saya mengakui bahwa kesenangan, kebahagiaan, dan ketenangan hati saya tidak diukur dari apa yang melekat secara fisik di diri saya, tapi cara saya memandang dan merasakan hidup ini.

Mengapa saya berpikir demikian, karena bila harta benda berbanding lurus dengan penderitaan hidup, maka sudah sejak dulu. Orang-orang miskin di muka bumi ini mati atau meninggal dunia, sebab mereka akan tidak tahan hidup didunia alias putus asa. Namun bukti nyata menunjukkan bahwa, sampai detik ini Tuhan masih membuah hidup ini seimbang, ada kaya-ada miskin, ada gagah ada jelek, sepertinya sudah menjadi keseimbangan alam. Bayangkan saja bila semua orang kaya, maka tidak ada orang berkerja dan menghargai satu sama lain.

Jadi bila kita mencoba menerawang lebih jauh terhadap permasalahan yang kita hadapi selama ini terhadap kehidupan, masalahnya bukan terletak pada miskin dan kayanya kita, banyak dan tidaknya uang dikantong kita, tetapi bagaimana cara kita menilai hidup ini, cara kita menghargai hidup ini dan cara kita mensyukuri setiap anugrah yang kita dapat dalam hidup ini. Karena pada akhirnya cara kita memandang hidup itulah yang mempengaruhi rasa kita terhadap hidup ini. Rasa miskin, rasa kaya, rasa pintar dan rasa-rasa lainnya, itu hanyalah rasa, bukan penderitaan dan kesenangan itu sendiri. Jadi rasa yang kita rasakan dalam hidup ini menjadi sangat relatif sifatnya , nah maka mengapa saya pikir, kita yang sudah sangat berkecukupan secara materi masih berpkir ruwet, banyak masalah dan tak mampu menghadapi hidup dengan ceria, seperti pemulung tadi. Dsinilah letak kemiskinan yang sejati. Kita kaya secara fisik tapi miskin dalam hati.

Rasa serba kurang adalah akibat ketidak mampuan kita untuk mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan pada kita. Memang kita sering terbuai oleh pujian palsu yang diberikan orang lain pada kita, namun itu tidak orisinil, itu hanya topeng fisik bukan aslinya rasa kaya kita. Jadi sahabat sore ini kembali saya rasakan, betapa kita masih menjadi orang yang bodoh memandang hidup ini. Ketika memandang hidup dari kaya fisik dan miskin fisik, padahal kaya dan miskin hanya sekedar rasa.

Single Post Navigation

One thought on “Kaya Dan Miskin Hanya Sekedar Rasa

  1. Pingback: Mental Kaya dan Mental Miskin | Suyono Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.