Bersyukurlah Disebut ”Orang Gila”
Siapa sih yang nggak marah kalau dibilang Orang Gila, apalagi kalau yang nyebutnya ditengah-tengah orang banyak, aduh bisa malunya minta ampun. Tapi entar dulu sahabat, sebelum kita marah kita harusnya sedikit merenung dan mengamati kenapa orang itu disebut gila dan mengapa dia menyebut kita orang gila. Jadi sebelumnya marh kita melakukan sebuah proses pencarian dulu… duh kaya harta karun dunk, pakai dicari..Hhehhehe… Bukan begitu, maksudnya supaya kita tidak terjebak hanya pada kata-kata sebutan ”gila” saja tanpa menyadari maksud sebenarnya.
Gila…. ya..Gila…Orang dikatakan orang gila menurut penulis karena orang tersebut memiliki perbedaan yang sangat mencolok dengan orang-orang pada umumnya atau di lingkungan sekitarnya. Dan perbedaan itu bisa bermacam bentuknya. Bisa dari Gaya hidup, cara pandang, penampilan, sampai yang memang kelainan mental alis asli Gila. Namun yang pasti orang dikatakan gila karena orang tersebut beda secara ekstrem, itu saja. Contohnya, bila kita melakukan tindakan nekat memanjat gedung tinggi tanpa tali pengaman. Orang pasti akan berkomentar itu ”Gila” dan ada dua kemungkinan, bila orang itu bener-bener pemanjat yang profesional dan berhasil menaklukkan gedung tersebut maka dia disebut orang gila yang selamat dari kegilaanya. Tapi kalau dia terjatuh dan mati maka dia dikatakan orang gila yang mati karena kegilaannya. Tapi yang jelas prilaku yang dilakukannya dengan membuat sensasi tersebut tergolong prilaku diluar keumuman atau tidak wajar.
Menurut penulis Kegilaan merupakan sebuah prilaku netral dan biasa saja (menurut orang yang melakukanya) namun memiliki dampak (yang menurut orang lain) diluar kewajaran atau luar biasa, sehingga orang yang melakukan kegilaan sebenarnya melakuakan hal yang aneh tapi wajar.
Hanya saja sekarang yang jadi masalah adalah apakah kegilaan itu merupakan hal yang positif ataukah negatif. Hal ini memang masih menjadi perdebatan. Namun pada kesempatan ini penulis ingin menjelaskan bahwa dalam konteks Perubahan atau Kemajuan, faktor kegilaan merupakan salah satu faktor pemicu yang menarik untuk diperhatikan. Tandanya tanpa sebuah lompatan pemikiran dan ide gila kita semua tidak pernah berada pada kondisi sekarang ini. Dimana segala macam kegilaan tehnologi, industri, gaya hidup samapai urusan makanan/kuliner mengalami sebuah lompatan budaya yang sangat fantastik. Bayangkan saja orang jaman dulu tidak pernah membayangkan hidup dengan terang benderang karena lampu pijar, sampai si Thomas Alpa Edison menemukan bola lampu. Padahal jaman dulu Edison sempat dikatakan gila dengan mengerjakan proyeknya tersebut. Namun menurut edison apa yang dilakukannya merupakan hal yang diyakininya bisa dilakukan dan wajar, dan terbukti bahwa apa yang diyakini Edison benar. Bahwa kegilaan yang dia lakukan adalah benar.
Inilah yang ingin dikatakan penulis bahwa, dengan melakukan kegilaan yang termotivasi oleh energi positif, orang akan lebih menemukan sebuah hal-hal yang luar biasa yang tidak pernah terpikir oleh orang-orang biasa. Jadi kegilaan tetaplah merupakan sebuah ketidak wajaran menurut orang tetapi tetap realistis menurut yang mengerjakannya, dan hal tersebut tergantung nilai apa yang di bawa oleh si ”Gila” tadi, negatif atau positif. Namun yang jelas perubahan besar hanya dapat diciptakan oleh orang-orang yang ”dianggap” sebagian besar orang adalah ”Gila”.
Terakhir mengutip kata-kata tokoh kartun Nickelodeon, SpongBob Squarepants …”Patric… kegilaan apa yang kita lakukan, untuk mengisi hari yang cerah ini”…. Jadi sudah Gilakah anda hari ini….???

wah… sepi petramax dulu ah
Trkdang Q sring lakukn hal2 “gila” sprt prgi sndiri k’luar kota ato k’luar pulau n tu cm krn pengen tw aja n tnp tmpt tjuan yg jls nmun brtujuan utk mghilangkn stress/mlupakn mslh..
Nmun sbenarnya Q jg pngen mlakukan suatu hal “gila” yg dpt mmbuat prubahan positif..
Tp tdk dgn cra mlarikn dri sprti itu..